Selasa, 28 Agustus 2012

Jenis-jenis Cedera Pada Sepakbola

Sepakbola adalah pertandingan yang menyenangkan. Olahraga ini menjadi olahraga favorit di Indonesia. Namun, sifat sepakbola yang menuntut kecepatan, kekuatan fisik, dan bertemunya kedua kubu pemain yang bertanding tanpa pembatas daerah dapat menimbulkan cedera pada pemain. Cedera adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Dalam sepakbola, cedera pemain terutama disebabkan tekanan fisik. Kita mungkin pernah mendengar kisah Marco van Basten yang harus mundur dari sepakbola karena cedera panjang atau kisah pesepakbola lainnya yang masuk kamar operasi karena dikasari oleh lawan.

Cedera dapat menghilangkan masa depan pemain sepakbola. Selain itu, biaya yang besar harus dibayar untuk memperbaiki fungsi tubuh yang hilang. Kita mengetahui bahwa Marco van Basten telah merelakan masa emasnya sebagai pemain menghilang karena cedera yang tak sembuh-sembuh. Saya berharap kepada seluruh pemain dan official tim untuk meletakkan faktor keselamatan dan masa depan pemain (yang mungkin juga pelajar) jauh lebih tinggi dari pada kemenangan tim semata.

Penyebab Cedera

Cedera dapat disebabkan kurangnya pemanasan dan peregangan sebelum bermain atau benturan fisik. Pemanasan adalah syarat penting untuk pemain sebelum masuk lapangan. Pemain disarankan untuk melakukan pemanasan sekitar 15 menit sebelum bermain. Dengan pemanasan, pemain menyiapkan otot dan jantung untuk kegiatan fisik selama bermain sepakbola.

Benturan fisik dalam sepakbola dapat disebabkan oleh bola dan benda lainnya di lapangan seperti rumput, pasir/tanah, tiang gawang, sepatu, dan bagian tubuh lawan. Benturan fisik yang ringan dapat menimbulkan luka ringan seperti luka lecet dan luka robek yang tidak terlalu lebar. Benturan fisik yang keras dapat menimbulkan akibat yang serius seperti cedera kepala (trauma kapitis), trauma tumpul pada organ dalam, maupun patah tulang.

Jenis Cedera yang Mungkin Terjadi dalam Sepakbola
  • Luka luar (lecet/robek)
Luka luar dapat dilihat dari tanda-tanda timbulnya kemerahan pada kulit hingga robekan kulit yang mengeluarkan darah.
  • Kram (cramp/kejang otot)
Kejang otot disebabkan oleh terjadinya kelelahan otot, dehidrasi, menurunnya kadar kalsium dan kalium dalam darah. Bagian otot yang paling sering kelelahan adalah betis (sering disebut dengan istilah naik betis) meskipun otot paha juga cukup rentan mengalami hal serupa. Otot yang kelelahan akan menimbulkan nyeri yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Otot yang kram akan terasa keras karena otot melakukan kontraksi (pemendekan serabut otot).
  • Robekan otot, putus tendon, pecah tendon (tendon rupture)
Secara tradisional, kedua cedera yang pertama ini dikenal sebagai keseleo. Cedera ini biasanya disebabkan oleh kurangnya pemanasan, peregangan, atau  tackling keras pada lutut/mata kaki. Robekan/putus tendon ditandai dengan gangguan gerakan sendi. Tendon yang putus akan segera tertarik oleh otot dan sulit disatukan dengan bagian tendon lainnya yang melekat ke tulang. Tendon yang putus memerlukan tindakan pembedahan. Terkadang, tendon dapat pula bergeser dari tempatnya melekat. Pecah sebagian tendon pada tumit dapat dilihat sebagai penggembungan pada bagian tendon yang pecah.
  • Patah/Retak tulang
Patah tulang kecil maupun tulang panjang dapat terjadi dalam sepakbola. Kesalahan posisi tubuh dalam mendarat atau tackling keras dapat menimbulkan patah tulang. Jika terjadi, pemain akan merasakan nyeri hebat. Kelainan bentuk tulang dapat segera diamati jika patah tulang mengalami pergeseran fragmen (sliding). Jika tidak tampak kelainan bentuk tulang, patah tulang dapat dikenali dengan timbulnya bunyi crepitatio (seperti krek, krek) ketika kedua fragmen tulang digerakkan.
Patah tulang pada tulang pipa betis dapat segera diamati dengan adanya malformasi (kecacatan) . Namun, patah tulang pada bagian paha sukar diamati. Patah tulang paha sangat mungkin menimbulkan perdarahan yang banyak, nyeri yang hebat karena memendekknya otot paha sehingga penderita akan segera masuk ke dalam keadaan shock akibat perdarahan.
  • Trauma tumpul (pukulan/sikutan/tendangan) ke arah tubuh
Trauma tumpul pada daerah perut, pada awalnya, akan menunjukkan jejas (tanda cedera) pada kulit di mana terjadi benturan. Jika benturan bersifat keras dan mengenai organ dalam perut seperti usus, lambung, hati, pankreas, dan limpa maka perdarahan akan terjadi karena luka robek. Perdarahan ini biasanya tidak tampak/tidak dapat dilihat. Perdarahan organ dalam akan menimbulkan reaksi hypovolemic shock  dan peritonitis (radang perut) karena banyak volume darah yang mengalir ke rongga perut.

sumber : http://zyanraka.wordpress.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Derio Hendrabayu