Kamis, 29 September 2011

Mengenali dan mencegah Cedera Lutut / Knee Injury

Ketika anda berolahraga, cedera lutut dapat membuat anda berhenti beraktivitas.
Fisioterapis mendukung pemulihan dan treatment untuk mempercepat proses penyembuhan dan membuat anda kembali aktif setelah mengalami cedera lutut atau operasi.

TIPE CEDERA LUTUT
Cedera akut : hasil dari trauma / benturan yang mendadak, seperti jatuh tiba-tiba, collision atau sendi lutut terpuntir.
Cedera overuse : hasil dari aktivitas yang berlangsung lama atau overload, seperti berlari, meloncat, bersepeda, dll. Hal ini dimulai secara tiba-tiba dan biasanya berhubungan dengan berbagai faktor seperti struktural atau masalah biomekanik, metode latihan, alas kaki, teknik atau gaya berlari.

CEDERA AKUT 
Ligamen dan kartilago lutut mungkin saja cedera.
Ligamen sprain : ligamen membuat sendi menjadi stabil atau menguatkan persendian. Over-stretch (terulur berlebihan) dapat menyebabkan kerobekan pada jaringan ligamen, sehingga timbul nyeri, pembengkakan, serta keterbatasan gerak dan sendi tidak stabil.
Kerobekan cartilago : kartilago lutut (meniskus) juga mendukung stabilitas sendi lutut. Seringkali terjadi cedera pada saat melakukan aktivitas yang menumpu berat badan yang melibatkan gerakan memuntir (twisting and turning). Kerobekan kartilago menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan gerak sendi.
Tips manajemen : banyak cedera mungkin berhasil disembuhkan tanpa operasi oleh tindakan fisioterapi dan pemantauan dari rehab medis. Jika diderita lama, operasi mungkin diperlukan. Fisioterapis bekerja sangat dekat dengan praktisi kesehatan, sports physicians dan ahli bedah ortopaedi untuk membantu pemulihan dan rehabilitasi.

CEDERA OVERUSE
    Hal ini sangat sering terjadi dari pada cedera akut, dan biasanya berakibat pada pattelo-femoral joint atau tendo patela. Jika dibiarkan tidak ditangani seringkali akan memburuk secara progresif. Diagnosis dini dan penanganan akan mempercepat pemuluhan, dan mengurangi nyeri.
Pattelo-femoral syndrome : nyeri pattelo-femoral terjadi pada sekitar 20% populasi, dan kambuh pada berbagai aktivitas seperti mengangkat, jongkok, atau naik tangga.
Pattelar tendinopathy : tendo patela menyatukan otot paha dengan tulang tungkai. Cedera pada tendon ini dikenal sebagai “jumper’s knee”, karena seringkali terjadi dengan oleh aktivitas melompat yang berulang-ulang dan aktivitas “landing” (basket, volley, dll.).
Tips manajemen : penganan fisioterapi dibutuhkan untuk mengurangi nyeri dan disability berhubungan dengan cedera overuse lutut. Sebagai tambahan, fisioterapis dapat memberikan latihan yang bertujuan untuk menhidari faktor-faktor yang dapat memperparah cedera overuse.

DAPATKAH CEDERA LUTUT DICEGAH ?
Anda dapat mengurangi kesempatan dan keparahan cedera lutut :

~ pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah berolahraga.

~ tingkatkan program latihan anda secara bertahap dengan menambah frekuensi, durasi dan intensitas, tapi jangan melampaui batas nyeri.

~ rawatlah kesehatan secara general dan perkuat tubuh bagian bawah dan flexibilitas (terutama calf, quadricep dan hamstring).

~ berlatih berdiri dengan satu kaki untuk meningkatkan keseimbangan anda dan kekuatan otot tungkai.

~ Skiers - dapatkan teknisi ski yang berkualitas untuk memeriksa binding setting (binding harus diatur sesuai berat badan dan skill level)

KAPAN BISA KEMBALI BEKERJA / BEROLAHRAGA?
    Fisioterapis anda akan berdiskusi mengenai cedera dengan anda dan menghitung seberapa lama akan pulih. Hal ini akan memakan waktu dari minggu ke bulan, tergantung pada tingkat keparahan cedera. Nyeri dan pembengkakan berhubungan dengan cedera akut mereda lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan ligamen dan otot untuk kembali mencapai kekuatan normal. Kembali bekerja atau berolahraga terlalu dini akan menghambat penyembuhan dan memperlama recovery.

Fisioterapis anda akan mengajarkan pada anda bagaimana membalut lutut anda, atau memasangkan knee brace pada anda jika diperlukan. Fisioterapis anda dapat membantu anda untuk merencanakan jalan lain untuk menjaga kesehatan anda dan kekuatan anda ketika anda sedang dalam masa penyembuhan dari cedera lutut.

APA YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH SPRAIN ?
Secepat mungkin, dan untuk 72 jam setelah cedera, lakukan RICE :

Rest : hanya gerakkan hingga batas nyeri

Ice : secepat mungkin, dan selama 20 menit setiap 2 jam, gunakan es atau frozen gel pack yang dibungkus handuk untk mengompres. Ini membantu mengontrol perdarahan dan nyeri serta mengurangi kerusakan jaringan sekunder.

Compression : balut dengan kuat lutut dan termasuk 5cm di atas dan dibawah sendi. Ini membantu untuk mengontrol pembengkakan.

Elevation : sesering mungkin, tinggikan tungkai lebih tinggi dari jantung anda untuk mengurangi pembengkakan.


BAGAIMANA FISIOTERAPI DAPAT MEMBANTU ?
    Fisioterapis anda akan memeriksa lutut anda untuk menentukan jenis cedera, tingkat keparahan dan penyebab cedera anda, serta dapat mengusulkan X-ray atau merujuk anda ke dokter jika perlu. Penanganan sedini mungkin akan mengurangi nyeri atau pembengkakan.

Teknik khusus yang dinamakan mibilisasi akan membantu meningkatkan pergerakan lutut anda (bila diperlukan), menunjang penyembuhan anda. Fisioterapis anda akan mengajarkan latihan-latihan untuk menjaga kekuatan lutut dan otot-otot tungkai bawah yang lain untuk menunjang kesembuhan anda dan membantu mencegah cedera selanjutnya.

REHABILITASI
     Penyembuhan dapat dimulai sedini mungkin setelah cedera. Teknik rehabilitasi fisioterapi akan membantu mengurangi waktu dimana anda merasa nyeri dan terbatas bergerak sehingga anda dapat kembali bekerja dan berolahraga secepat mungkin. Rehabilitasi juga memfasilitasi perbaikan kualitas ligamen dan pengembalian fungsi otot dan saraf kembali normal.

Hindari fakto-faktor HARM pada 48 jam pertama untuk menghindari pembengkakan lebih parah dan membantu anda untuk pulih. Antara lain : Heat, Alcohol, Running, Massage.

Sumber: archive.kaskus.us

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Derio Hendrabayu