Rabu, 07 September 2011

Cabang Olahraga Layar

Sejarah PORLASI

Olahraga layar di Indonesia sudah ada sebelum Perang Dunia II, namun kegiatan Yacht Club di Indonesia masih didominasi oleh orang-orang Belanda. Beberapa club diantaranya adalah KONINKLIJKJACHT CLUB Batavia , Medan , Semarang , Surabaya , Makkassar dan kota lainnya.

 Tahun 1952, terbentuk perkumpulan layar yang dipelopori oleh Mayor Laut Roeseno, WNI keturunan Jerman bersama Laksamana Martadinata, Aziz Saleh, Abdul Munthalib. Sejak itu berkembang perkumpulan layar Putri Hijau Medan, PORAS Surabaya, Andi Matalata Makassar, Balikpapan, Semarang dan kota lainnya. Azis Saleh mempelopori lomba layar "KOPRA RACE" dalam rangka HUT RI 17 Agustus dan Departemen Perhubungan Laut dengan eventnya "ENTRE PORT REGATTA".  Tahun 1956, terbentuk organisasi dengan nama Persatuan Olahraga Perairan Indonesia (PEROPI) yang mencakup cabang olahraga Layar, Dayung, Ski Air, Power Boating dan Selam. PEROPI berintikan perkumpulan yang ada diseluruh kota di Indonesia . Umumnya perkumpulan layar di sponsori dan di dukung oleh TNI AL. PEROPI termasuk salah satu organisasi olahraga yang ikut mendirikan KONI Pusat pada tanggal 31 Desember 1966. Ketua Umum PEROPI, Laksamana Soedomo, mengeluarkan surat No. 167/71 tgl. 22 Maret 1977 mengenai peningkatan cabang-cabang PEROPI menjadi induk organisasi yang otonom dan menjadi anggota penuh KONI Pusat. Namun hanya Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) yang dapat berdiri sendiri. 

 Kongres PEROPI II tahun 1977 mengeluarkan SKEP NO. SK/05/VIII/1977 mensyahkan berdirinya Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI), Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) dan Persatuan Power Boating Indonesia (PERPOBIN). Kongres pertama PORLASI oleh utusan cabang daerah memilih Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PORLASI, Brigjen TNI Soepartono Brotosoehendro (bekas Ketua Cabang Layar PEROPI).  Penataan Pengurus Daerah (PENGDA) PORLASI sebagai anggota KONI Daerah adalah syarat mutlak agar PB. PORLASI diakui sebagai anggota KONI Pusat. Pada Sidang Paripurna KONI Pusat ke-9 mengakui berdirinya PORLASI melalui SK No. 1 tahun 1980 tgl. 29 Januari 1980 dan SK KONI Pusat No. 029 tahun 1980 tgl. 15 April 1980 (berlaku surut tanggal 1 April 1980) mengukuhkan PB. PORLASI sebagai anggota KONI Pusat.    

Apa maksud dan tujuan PORLASI?

Mengenalkan layar sebagai olahraga dan rekreasi, dan menampung keinginan masyarakat untuk berolahraga layar sehingga meningkatkan komunitas dan prestasi.  

Apa saja kegiatan PORLASI?

PORLASI berjalan berdasarkan AD/ART PORLASI, dimana setiap tahun melaksanakan Konferensi Kerja dan Kongres Nasional setiap 4 tahun. PORLASI berafiliasi dengan organisasi internasional yang ada, diantaranya: International Sailing Federation (ISAF), Asian Sailing Federation (ASAF) dan Class Association (IODA, ILCA, IWA, etc).

 PORLASI menyediakan pelatihan bagi Sailor mulai dari tingkat Beginner, Intermediate dan Advance. Selain itu juga menyediakan pelatihan bagi Coach dan Race Officer.  National Regatta merupakan agenda rutin yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun termasuk Kejuaraan Nasional. Regatta venue dapat dilaksanakan dimana saja di Indonesia asalkan memenuhi persyaratan PB. PORLASI. Dengan semakin meningkatnya kompetisi internasional dikawasan Asia maka PORLASI bersempatan menjadi tuan rumah penyelenggara beberapa International Event.  PORLASI aktif mengirimkan atlit untuk mengikuti international multi event, seperti; SEA Games, Asian Games dan Olympic Games. Individual event juga hampir selalu diikuti, seperti: Asean Optimist, IODA Sailing, Asian Sailing, Asian Windsurfing, berbagai event di Singapore, Jepang, Hongkong dan Malaysia.

 Pendanaan kegiatan PORLASI bersumber dari individual, sponsor, lembaga pemerintah, pemerintah dan KONI.    

Bagaimana kegiatan PORLASI berjalan?

PORLASI dijalankan oleh seorang Ketua Umum yang dipilih oleh anggota PORLASI. PB. PORLASI saat ini membawahi 16 PENGDA PORLASI yang masing-masing secara struktural membawahi PENGCAB (Pengurus Cabang) dan Club. Aktivitas Club merupakan ujung tombak untuk menarik minat dan membina pecinta layar agar aktif disetiap kegiatan PORLASI. Saat ini, sebanyak ± 350 pelayar yang tercatat sebagai anggota PORLASI. PB. PORLASI juga memiliki peralatan yang digunakan untuk kegiatan: 1) Pelatihan "Belajar Berlayar", 2) Lomba Nasional dan 3) Pemusatan Latihan Nasional. 

Kelas apa saja yang populer di Indonesia ?

Kelas yang popular di Indonesia adalah kelas yang cocok dengan kondisi fisik orang Asia dan dilombakan secara rutin di negara Asia . Olympic class : Laser Standard (ILCA), Int' 470, Mistral One Design (IWA) dan NP RS:X (new class). Youth class : Optimist (IODA), Int' 420 dan Laser 4.7 (ILCA). Other class : Enterprise , Fireball, Hobie 16, Race board, Short board dan Keelboat.  

Sumber: koni.or.id

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Derio Hendrabayu