Senin, 23 Juli 2012

Daftar Tempat Penyelenggaraan Olimpiade Sepanjang Masa

Olimpiade (Olimpic) adalah ajang olah raga antar bangsa. Ada dua olimpiade yang paling dikenal saat ini yaitu Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin.

Olimpiade Musim Panas adalah ajang olah raga musim panas yang diadakan setiap 4 tahun dan diikuti oleh seluruh negara di dunia yang terdaftar di Komite Olimpiade Internasional (IOC = International Olympic Committee)
 
Olimpiade Musim Dingin adalah ajang olah raga musim dingin antar bangsa yang diadakan 4 tahun sekali. Pertandingan biasanya dilakukan di atas es atau salju, misalnya seluncur es atau ski. Jumlah negara peserta Olimpiade Musim Dingin lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di equator tidak memiliki fasilitas untuk olah raga musim dingin.
Dalam tulisan selanjutnya, olimpiade yang dimaksud adalah Olimpiade Musim Panas.

Olimpiade Modern Pertama
Awalnya olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis, Pierre Fredy, Baron de Courbertin pada tahun 1896.
Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan oleh Pierre Fredy di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Dan selanjutnya sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas ini senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II.

Urut-urutan Penyelenggaraan Olimpiade :

1. Olimpiade Athena, Yunani, 1896 (6 April – 15 April) 

 

Jumlah negara peserta : 13
Jumlah atlet : 245
Jumlah pertandingan : 43 dalam 9 cabang olah raga.

2. Olimpiade Paris, Perancis, 1900 (14 Mei – 28 Oktober)























Jumlah negara peserta : 13
Jumlah atlet : 1225
Jumlah pertandingan : 87

10 besar perolehan medali emas :
Prancis : 25, Amerika Serikat : 20, Britania Raya : 16, Swiss : 6, Belgia : 5, Tim Campuran (ZZX) : 4, Jerman : 3, Italia : 2 , Australia : 2, Denmark :1

3. Olimpiade St. Louis, Missouri, AS, 1904 (1 Juli – 23 Nopember)



Jumlah negara peserta : 12
Jumlah atlet : 651
Jumlah pertandingan : 91 dari 18 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 79, Jerman 4, Kuba 4, Kanada 4, Hongaria 2, Britania Raya 1, Tim campuran 1, Yunani 1, Swiss 1, Austria 0.

4. Olimpiade London, Inggris, 1908 (27 April–31 Oktober)


Jumlah negara peserta : 28
Jumlah atlet : 2.407
Jumlah pertandingan : 110
10 besar perolehan medali emas :
Britania Raya 56, Amerika Serikat 23, Swedia 8, Perancis 5, Jerman 3, Hongaria 3, Kanada 3, Norwegia 2, Italia 2, Belgia 1.

5. Olimpiade Stockholm, Swedia, 1912 (5 Mei – 22 Juli)






















Jumlah negara peserta : 22
Jumlah atlet : 2.008
Jumlah pertandingan : 102 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 25, Swedia 24, Britania Raya 10, Finlandia 9, Perancis 7, Jerman 5, Afrika Selatan 4, Norwegia 4, Hongaria 3, Kanada 3.

6. Olimpiade Berlin 1916 dibatalkan, karena ada Perang Dunia I.

7. Olimpiade Antwerpen, Belgia, 1920 (20 April – 12 September)



Jumlah negara peserta : 29
Jumlah atlet : 2.626
Jumlah pertandingan : 154 dari 22 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 41, Swedia 19, Britania Raya 15, Finlandia 15, Belgia 14, Norwegia 13, Italia 13, Perancis 9, Belanda 4, Denmark 3

8. Olimpiade Paris, Perancis, 1924 (4 Mei – 27 Juli)























Jumlah negara peserta : 44
Jumlah atlet : 3.089
Jumlah pertandingan : 126 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 45, Finlandia 14, Perancis 13, Britania Raya 9, Italia 8, Swiss 7, Norwegia 5, Swedia 4, Belanda 4, Belgia 3.

9. Olimpiade Amsterdam, Belanda, 1928 (17 Mei – 12 Agustus)



















Jumlah negara peserta : 46
Jumlah atlet : 3.014
Jumlah pertandingan : 109 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 22, Jerman 10, Finlandia 8, Swedia 7, Italia 7, Swiss 6, Perancis 6, Belanda 6, Hongaria 4, Kanada 4

10. Olimpiade Los Angeles, California, AS, 1932 (30 Juli – 14 Agustus)



















Olimpiade ini diselenggarakan ketika dunia sedang dilanda keadaan ekonomi “depresi berat”, sehingga sejumlah besar negara tidak mengirimkan atlet karena tidak memiliki dana.
Jumlah negara peserta : 37
Jumlah atlet : 1.322 (1.206 pria, 126 wanita)
Jumlah pertandingan : 116 dari 14 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 41, Italia 12, Perancis 10, Swedia 9, Jepang 7, Hongaria 6, Finlandia 5, Britania Raya 4, Jerman 3, Australia 3

11. Olimpiade Berlin, Jerman, 1936 (1 Agustus – 16 Agustus)



Jumlah negara peserta : 49
Jumlah atlet : 3.963
Jumlah pertandingan : 129 dari 19 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Jerman 33, Amerika Serikat 24, Hongaria 10, Italia 8, Finlandia 7, Perancis 7, Swedia 6, Jepang 6, Belanda 6, Britania Raya 4.
12. Olimpiade 1940 yang rencananya akan diadakan di Tokyo, Jepang, tanggal 21 September – 5 Oktober, dibatalkan karena pecah Perang Dunia II.
13. Olimpiade 1944 yang rencananya akan diadakan di London, dibatalkan karena adanya Perang Dunia II. 

14. Olimpiade London, Britania Raya, 1948 (29 Juli – 14 Agustus)



Jumlah negara peserta : 59
Jumlah atlet : 4.099
Jumlah pertandingan : 136 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 38, Swedia 16, Perancis 10, Hongaria 10, Italia 8, Finlandia 8, Turki 6, Cekoslowakia 6, Swiss 5, Denmark 5.

15. Olimpiade Helsinki, Finlandia, 1952 (19 Juli – 3 Agustus)


 

Untuk pertama kalinya Indonesia ikut didalam Olimpiade ini. Dan selanjutnya Indonesia tak pernah absen ikut Olimpiade hingga Olilpiade ke 34 di Beijing tahun 2008 (kecuali waktu memboikot Olimpiade ke 22 di Moskwa tahun 1980, sebagai protes terhadap perangSoviet–Afganistan”)
Jumlah negara peserta : 69
Jumlah atlet : 4.925
Jumlah pertandingan : 149 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 40, Uni Soviet 22, Hongaria 10, Swedia 12, Italia 8, Cekoslowakia 7, Perancis 6, Finlandia 6, Australia 6, Norwegia 3. 

16. Olimpiade Melbourne, Australia, 1956 (22 Nopember – 8 Desember)

 

Jumlah negara peserta : 67
Jumlah atlet : 3.184
Jumlah pertandingan : 145 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 37, Amerika Serikat 32, Australia 13, Hongaria 9, Italia 8, Swedia 8, Jerman 6, Britania Raya 6, Rumania 5, Jepang 4.
 

17. Olimpiade Roma, Italia, 1960 (25 Agustus – 11 September)

Jumlah negara peserta : 83
Jumlah atlet : 5.343
Jumlah pertandingan : 145 dari 17 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 43, Amerika Serikat 34, Italia 13, Jerman 12, Australia 8, Turki 7, Hongaria 6, Jepang 4, Polandia 4, Cekoslowakia 3.
 

18. Olimpiade Tokyo, Jepang, 1964 (10 Oktober – 24 Oktober)

Jumlah negara peserta : 93
Jumlah atlet : 5.140
Jumlah pertandingan : 163 dari 16 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 36, Uni Soviet 30, Jepang 16, Jerman 10, Italia 10, Hongaria 10, Polandia 7, Australia 6, Cekoslowakia 5, Britania Raya 4.

19. Olimpiade Mexico City, Meksiko, 1968 (12 Oktober – 27 Oktober)


Jumlah negara peserta : 112
Jumlah atlet : 5.530
Jumlah pertandingan : 172 dari 20 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 45, Uni Soviet 29, Jepang 11, Hongaria 10, Jerman Timur 9, Perancis 7, Cekoslowakia 7, Jerman Barat 5, Australia 5, Britania Raya 5.

20. Olimpiade Munchen, Jerman Barat, 1972 (26 Agustus - 11 September)

Olimpiade ini dinodai kejadian yang disebut “Tragedi Munchen”. Pada 5 September 1972, kelompok teroris “September Hitam” (Black September) yang terdiri dari orang-orang Palestina menyandera dan membunuh 11 atlet Israel. Dalam upaya penyelamatan yang dilaksanakan, hampir seluruh militan dibunuh kecuali 3 diantaranya. Seluruh acara Olimpiade ditunda untuk sementara, namun sehari kemudian dilanjutkan meskipun beberapa atlet memutuskan untuk pulang kenegaranya.
Jumlah negara peserta : 150
Jumlah atlet : 7.123
Jumlah pertandingan : 195 dari 23 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 50, Amerika Serikat 33, Jerman Timur 20, Jerman Barat 13, Jepang 13, Australia 8, Polandia 7, Hongaria 6, Bulgaria 6, Italia 5.
 

21. Olimpiade Montreal, Kanada, 1976 (17 Juli – 1 Agustus)

Jumlah negara peserta : 93
Jumlah atlet : 5.140
Jumlah pertandingan : 163 dari 16 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 36, Uni Soviet 30, Jepang 16, Jerman 10, Italia 10, Hongaria 10, Polandia 7, Australia 6, Cekoslowakia 5, Britania Raya 4.

22. Olimpiade Moskwa, Uni Soviet, 1980 (19 Juli – 3 Agustus)

Olimpiade ini diboikot oleh sejumlah negara sebagai protes terhadap perangSoviet–Afganistan”, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.
Jumlah negara peserta : 80
Jumlah atlet : 5.217 (4.093 putra, 1.124 putri)
Jumlah pertandingan : 203 dari 21 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 80, Jerman Timur 47, Bulgaria 8, Kuba 8, Italia 8, Hongaria 7, Rumania 6, Perancis 6, Britania Raya 5, Polandia 3, Swedia 3.
 

23. Olimpiade Los Angeles, AS, 1984 (28 Juli – 12 Agustus)


Jumlah negara peserta : 140
Jumlah atlet : 6.797 (5.230 putra, 1.567 putri)
Jumlah pertandingan : 221 dari 23 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 83, Rumania 20, Jerman Barat 17, China 15, Italia 14, Kanada 10, Jepang 10, Selandia Baru 8, Yugoslavia 7, Korea Selatan 6.

24. Olimpiade Seoul, Korea Selatan, 1988 (17 September – 2 Oktober)

Indonesia meraih medali untuk pertama kalinya sejak ikut Olimpiade pertama kali (Olimpiade ke 15, 1952, Helsinki, Finlandia) melalui trio Lilies Handayani, Nurfitrie Saiman dan Kusuma Wardhani yang merebut medali perak di dalam cabang memanah.

Jumlah negara peserta : 159
Jumlah atlet : 8.465 (6.279 putra, 2.186 putri)
Jumlah pertandingan : 263 dari 27 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Uni Soviet 55, Jerman Timur 37, Amerika Serikat 36, Korea Selatan 12, Jerman Barat 11, Hongaria 11, Bulgaria 10, Rumania 7, Perancis 6, Italia 6.

25. Olimpiade Barcelona, Spanyol, 1992 (25  Juli – 9 Agustus)

Bulutangkis, bisbol, dan judo putri menjadi bagian dari Olimpiade untuk pertama kalinya.

Indonesia meraih medali emas (total 2 emas) untuk pertama kalinya sejak ikut Olimpiade melalui cabang bulutangkis yang dipersembahkan masing-masing oleh Susi Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra).

Karena pecahnya Uni Soviet tahun 1991, Estonia, Latvia dan Lithuania berpartisipasi sebagai negara tersendiri. Negara Soviet lainnya berpartisipasi sebagai “Tim Bersatu”

Pecahnya Yugoslavia, membuat Kroasia, Slovenia dan Bosnia Herzegovina ikut sebagai negara tersendiri.

Jumlah negara peserta : 169
Jumlah atlet : 9.956 ( 7.010 putra, 2.851 putri)
Jumlah pertandingan : 286 dari 32 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Tim Bersatu (Negara Soviet) 45, Amerika Serikat 37, Jerman 33, China 16, Kuba 14, Spanyol 13, Korea Selatan 12, Hongaria 11, Perancis 8, Australia 7.

26. Olimpiade Atlanta Georgia, AS, 1996 (19 Juli – 4 Agustus)

Olimpiade ini dianggap oleh sebagian orang sebagai Olimpiade yang paling tidak sukses. Masalah lalu lintas sering membuat perjalanan atlit terhambat. Terlalu banyaknya iklan yang beredar pada Olimpiade ini, terutama milik Coca-Cola. Selain itu terjadi insiden bom pada 27 Juli 1996.

Jumlah negara peserta : 197
Jumlah atlet : 10.320 ( 6.797 putra, 3.523 putri)
Jumlah pertandingan : 271 dari 26 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas :
Amerika Serikat 44, Rusia 26, Jerman 20, China 16, Perancis 15, Italia 13, Australia 9, Kuba 9, Ukraina 9, Korea Selatan 7 ……….. Indonesia 1 (urutan ke 41).
 

27. Olimpiade Sydney, Australia, 2000 (15 September – 1Oktober)

Jumlah negara peserta : 199
Jumlah atlet : 10.651 (6.582 putra, 4.069 putri)
Jumlah pertandingan : 300 dari 28 cabang olah raga.
10 besar perolehan medali emas : 
Amerika Serikat 40, Rusia 32, China 28, Australia 16, Jerman 13, Perancis 13, Italia 13, Belanda 12, Kuba 11, Britania Raya 11.

28. Olimpiade Athena, Yunani, 2004 (13 Agustus – 29 Agustus)

Didalam Olimpiade ini, Indonesia meraih 1 emas (Taufik Hidayat, bulu tangkis), 1 perak (Raema Lisa Rumbewas, angkat besi putri 53 Kg) dan 2 perunggu (Sony Dwi Kuncoro, bulu tangkis tunggal putra dan Flandy Limpele/Eng Hian, bulu tangkis ganda putra).

Jumlah negara peserta : 202
Jumlah atlet : 11.099 ( putra, putri)
Jumlah pertandingan : 301 dari 28 cabang olah raga.

10 besar perolehan medali emas : 
Amerika Serikat 35, China 32, Rusia 27, Australia 17, Jepang 16, Jerman 14, Perancis 11, Italia 10, Korea Selatan 9, Britania Raya 9.

29. Olimpiade Beijing, China, 2008 (8 Agt – 24 Agt)

Olimpiade musim panas ke 29 ini dibuka dengan upacara yang fantastis dan spektakuler di Stadion Sarang Burung, Beijing pada tanggal 8-8-08 pukul 08–08–08 malam (jam 8 malam lewat 8 menit dan 8 detik). Didalam kebudayaan China, angka 8 diasosiasikan dengan kemakmuran. Dana penyelenggaraan (stadion, infrastruktur dan lain-lain) 40 miliar dollar AS (Rp. 360 triliun)

Jumlah negara peserta : 204
Jumlah atlet : 10.700
Jumlah pertandingan: 302 dari 28 cabang olah raga.
 
10 besar perolehan medali emas :
China 51, Amerika Serikat 36, Rusia 23, Inggris 19, Jerman 16, Australia 14, Korea Selatan 13, Jepang 9, Italia 8, Perancis 7.

30. Olimpiade London, Britania Raya 2012 ( 27 juli – 12 Agustus )

Olimpiade ke 30 akan diadakan di London, Britania Raya. London sebelumnya pernah 2 kali menyelenggarakan Olimpiade pada tahun 1908 dan 1948.

Minggu, 10 Juni 2012

Gerakan Olahraga Untuk Membentuk Bahu Dan Tubuh Supaya Seksi

Gerakan olahraga berikut ini khusus untuk Anda yang menginginkan bahu dan tubuh seksi. Semua orang pasti mendambakan tubuh seksi, namun dibutuhkan perjuangan untuk mendapatkannya. Dan kabar baiknya, walaupun Anda khusus melatih otot bahu, secara otomatis otot tubuh bagian atas juga ikut terlatih.
      Otot bahu terdiri dari tiga bagian yang perlu Anda pahami, otot bahu depan, otot bahu samping, dan otot bahu bagian belakang. Tiga bagian otot bahu inilah yang harus Anda latih dengan baik, satu persatu ataupun bersamaan. Selain itu, terdapat deltoid, nama otot yang membentuk bahu dan terdiri atas tiga kumpulan serabut otot, dimana masing-masing berpangkal di titik berbeda dan ujungnya bertemu di satu tempat, yakni lengan atas.

Tidak jauh berbeda dengan gerakan olahraga bagian tubuh lainnya, untuk melatih otot bahu pun berpegang pada prinsip gerakan mengangkat (raises) dan menekan (presses). Dumbbell, barbell, atau kabel gym (mesin) merupakan peralatan yang umumnya digunakan untuk melatih otot bahu.

Kunci untuk mendapatkan bahu seksi ialah dengan memilih berat beban berjumlah 25-30% dari berat badan Anda. Misalnya, berat badan 60 kg, maka minimal berat beban yang diangkat sekitar 18 kg. Jika Anda sanggup mengangkat beban lebih dari itu, tambahkan perlahan.

Lakukanlah weight program di awal latihan selama 20 menit, dilanjutkan dengan latihan kardio 20 menit berikutnya. Weight program dinilai mampu merangsang perkembangan otot dan berpengaruh bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan. Dalam 20 menit pertama, latihan akan membakar gula tubuh lalu membakar lemak. Namun latihan harus disesuaikan dengan set yang dimainkan.

Set yang direkomendasikan untuk menjaga kebugaran pun disarankan dilakukan dalam empat set. Masing-masing set repitisi 12 kali di set satu, 10 kali di set dua, 10 kali di set tiga, dan 8 kali di set empat. Anda yang ingin membesarkan otot, gunakan repitisi 10, 8, 8, dan 6. Sedangkan atlet binaraga bisanya menggunakan repitisi 8, 8, 4 dan 2 repitisi.

Semakin kecil repitisnya maka semakin besar beban yang harus diangkat. Bagi pemula harus disesuaikan dengan kemampuan dan yang terpenting sesuaikan dengan tujuan yang ingin diraih.

Jangan lupa untuk melakukan peregangan sebelum Anda melakukan gerakan olahraga berat. Peregangan bisa dengan menggunakan treadmill, sepeda statis (spinning), mesin cross trainer, atau peregangan normal lainnya. Lakukan selama lebih kurang 15 menit. Selamat mencoba.

sumber : melindahospital.com

Mengenal Olahraga "Water Aerobics"

Jika Anda mencari latihan yang mudah untuk menggerakan persendian, baik untuk jantung dan jaringan otot-otot utama Anda bisa mencoba water aerobics yang sangat menyenangkan. Olahraga ini juga memungkinkan Anda untuk melakukannya meskipun berada dibawah cuaca yang panas sekalipun.

Water Aerobics biasa dilakukan dalam kolam yang memiliki kedalaman sebatas dada dengan suhu air 82 derajat F hingga 86 derajat F. Yang menjadi fokus dari olahraga ini adalah kebugaran kardiovaskular, namun latihan yang biasa dilakukan dengan diiringi oleh musik ini juga dapat membantu Anda meningkatkan kekuatan, fleksibilitas dan keseimbangan. Caranya pun cukup mudah karena seorang instruktur akan mengajari Anda langkah-langkah dasarnya, dan bagi Anda yang tidak bisa berenang, jangan khawatir karena olah raga ini tidak membutuhkan gerakan berenang karena kaki akan berpijak didasar kolam.

Olahraga ini akan sangat baik dilakukan bagi Anda yang sudah mulai berumur, sedang hamil, mereka yang menderita radang sendi atau sakit punggung. Gerak dorong apungan air dapat mengurangi tekanan berat badan Anda. Karena dilakukan didalam air, kemungkinan resiko cedera, terluka, sakit atau pegal pun dapat dikurangi.

Biasanya, olahraga air dilakukan selama 40-50 menit baik dalam kolam indoor maupun outdoor . Sama seperti dalam menjalani program latihan baru lainnya, sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulainya. Selama latihan ini berlangsung, instruktur Anda akan memberikan kickboards , barbel air atau busa selindris untuk membantu Anda mengapung atau meningkatkan ketahanan Anda dalam air. Jika kolam termasuk dalam, Anda akan diberi alat pelampung agar Anda dapat tetap tegak berdiri.

Anda akan memulainya dengan pemanasan selama lima menit didalam atau diluar air setelah itu akan dilanjutkan dengan gerakan mengangkat lutut, jumping jack, tendangan atau berjalan didalam air. Beberapa orang menambahkan circuit training atau kick boxing dalam latihan water aerobics mereka. Sesi ini akan berakhir dengan pendinginan selama kurang lebih lima menit.

Beberapa orang sering memakai sepatu khusus dalam air selama mengikuti kelas water aerobics karena dengan menggunakan alas kaki yang dirancang khusus ini, akan mencegah Anda dari terpeleset dan melindungi angkle Anda. Selain itu, sepatu air dapat melindungi Anda dari permukaan kolam yang bisa jadi tidak semulus kelihatannya. 

sumber : melindahospital.com/

Tips Cara Berlari Yang Baik dan Benar

Tidak sedikit orang yang berolahraga tanpa mengetahui apakah gerakannya sudah benar atau tidak, termasuk dalam berlari. Olahraga murah meriah ini ternyata memiliki "peraturan" tersendiri. Simaklah artikel olahraga beberapa tips dari para ahli mengenai berlari yang baik dan benar.

Jangan tergesa-gesa
Anda yang baru mencoba dengan olahraga lari, ada baiknya tidak mencoba menaklukkan jarak. Cobalah untuk berpikir menaklukkan waktu, bukannya jarak. Jangan mencoba berlari sampai 2 mil sehari jika Anda tidak terbiasa dalam olahraga ini. Tambahlah waktu sedikit demi sedikit, jangan terlalu memforsir energi.

Jangan sembarang memilih sepatu
Jangan memilih sepatu olahraga karena harganya murah dan tidak memperhatikan kualitas barang. Sepatu dengan kualitas buruk memberikan kemungkinan besar Anda mengalami cedera. Oleh karena itu, jangan ragu membeli sepatu dengan harga mahal namun memiliki kualitas yang sudah terjamin dan terpercaya. Selain tidak membahayakan kaki, biasanya lebih tahan lama.

Sikap tubuh rileks
Saat Anda berlari, buatlah postur tubuh serileks mungkin. Biarkan mulut Anda terbuka, jangan merapatkkan bahu ke telinga, dan biarkan tangan tetap rileks.

Jangan mengepalkan tangan
Hindari posisi mengepalkan tangan, karena posisi yang benar itu tangan seolah-olah dengan memegang dan menjaga sebutir telur di masing-masing telapak tangan. Oleh karena itu, pastikan saat berlari Anda tidak "memecahkan telur" dalam genggaman tangan.

Sebentar daripada tidak sama sekali
Sediakan waktu sedikit, walaupun itu hanya lima atau 15 menit untuk berlari. Sesibuk apapun Anda, akan lebih baik meluangkan waktu sebentar untuk berlari dibandingkan tidak berlari sama sekali dalam satu hari.

Lakukan pemanasan
Jangan mulai berlari sebelum Anda melakukan pemanasan. Cobalah berlari-lari kecil sebelum melakukan stretching atau bisa saja melakukan stretching terlebih dahulu usai berlari. Jika Anda melakukan stretching saat otot dalam kondisi dingin tidak akan menguntungkan tubuh, bahkan cenderung berbahaya untuk tubuh.

Hindari dehidrasi
Cuaca panas ataupun dingin, jagalah tubuh agar tidak dehidrasi. Mengkonsumsi air yang cukup dapat membantu aliran darah tetap lancar dan baik untuk kesehatan tubuh.

Berolahraga rutin
Konsistenlah dalam berolahraga, jangan melewatkan sehari pun tanpa berolahraga. Lebih baik berolahraga sebentar mengambil waktu satu hari untuk beberapa menit dibandingkan tidak berolahraga sama sekali.

Dengarkan tubuh Anda
Jangan memaksakan diri untuk terus berlari jika tubuh merasa tidak kuat. Dengarkanlah apa kata tubuh Anda, dengan begitu Anda terhindar dari cedera.
Lakukanlah olahraga secara rutin demi menjaga kesehatan tubuh Anda. Semoga artikel olahraga di atas bisa menjadi panduan Anda dalam berolahraga yang baik dan benar. Selamat mencoba.

sumber : melindahospital.com

Rabu, 30 Mei 2012

Kenapa kesehatan itu penting?

Sebagai Profesional tentunya banyak perencanaan dan target yang telah kita, untuk mencapainya kita terus meningkatkan diri kita baik dalam skill, karakter, relationship dan berbagai aspek lainnya dalam kehidupan kita. Tetapi sungguh ironisnya pada saat kita sibuk dengan target dan rencana kita tetapi kesehatan anda tidak mendukung bahkan menghambat efektifitas anda untuk meraih semua rencana dan impian kita. Pada saat itulah kita menyadari bahwa kesehatan adalah anugerah yang diberikan Tuhan yang sangat penting, berharga dan harus kita jaga. Oleh karena itu kita perlu menjaganya dengan cara dan gaya hidup yang benar, seperti kata orang bijak "sedia payung sebelum hujan, mencegah lebih baik daripada mengobati". semoga TIPS berikut dapat membantu Anda untuk membangun gaya hidup sehat setiap hari.

Health Life style :
1.Makanan
Makan adalah kebiasaan yang kita lakukan setiap hari, dengan makan kita mendapatkan energy dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, tetapi masalahnya bukan soal banyak atau enaknya makanan yang kita konsumsi, tetapi apakah makanan itu cukup bergizi dan aman bagi kesehatan kita. Terlalu banyak makan dapat meningkatkan kadar gula dalam darah yang akhirnya menimbulkan penyakit kencing manis yang sangat berbahaya. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan kandungan dan takaran gizi makanan yang akan kita makan, asupan multivitamin dan suplemen yang cukup juga dapat menjadi pendukung untuk menjaga kesehatan anda.

2.Istirahat/ Tidur
Banyak para profesional kekurangan tidur karena tuntutan pekerjaan, terlalu sibuk dan jadwal pekerjaan yang padat sehingga mengakibatkan berkurang dan minimnya waktu istirahat. Padahal Waktu tidur yang dibutuhkan manusia normal pada umumnya adalah 8 jam sehari. Istirahat yang cukup dapat mempertahankan kondisi tubuh agar tetap bugar dan sehat. Jika kurang tidur/istirahat akan membuat mengganggu Kemampuan tubuh menggunakan insulin sehingga memicu diabetes. Selain itu kurang tidur juga dapat menyebabkan hipertensi dan masalah kardiovaskular. Sehingga ciri-ciri yang sering terjadi badan terasa capek dan pegal ( selain dengan istirahat yang cukup juga bisa dibantu dengan pijat / massage theraphy, untuk melancarkan peredaran darah.

3.Psikologi
Dalam kondisi sulit saat ini pastilah yang namanya STRES banyak dialami oleh masyarakat. Baik itu stress karena mengahadapi pekerjaan sehari-hari ataupun karena sulitnya menghadapi hidup yang semakin sulit. Stres sendiri-pun jika tidak lekas ditangani bisa berakibat fatal dan mengganggu kesehatan khususnya kesehatan jiwa yang kelama-lamaan juga mengganggu kesehatan fisik. Hati yang gembira adalah obat yang manjur untuk kesehatan anda, jadi bila anda punya masalah ada baiknya anda bicarakan dengan orang lain yang dekat dengan anda atau Luangkan waktu anda untuk sesuatu yang menyenangkan bagi diri anda sendiri dan jangan sekali-kali lari ke minuman keras dan narkoba.

4.Olahraga
Sudah pasti jika olahraga yang kita lakukan dengan baik dan benar dalam porsi dan prosedur latihan yang pas, akan membawa hasil postif bagi kesehatan fisik juga psikis bagi kita. Sesuai dengan anjuran para ahli, terlalu jarang bergerak tidak akan membuat tubuh kita merasa segar dan ini bisa berakibat pada labilnya keadaan struktur tulang. Jika demikian, ada kemungkinan tulang akan tumbuh tidak kuat. Mudah lemas dan kekuatan otot pun kurang maksimal. Akan berbeda keadaannya jika kita rajin berolahraga. Dengan aktivitas itu, secara perlahan tubuh kita akan memperbaiki keadaan strukturnya.Mulai dari otot-otot yang terjaga elastisitas dan kekuatannya, kondisi tulang yang kuat dan tidak mudah patah, serta metabolisme tubuh yang terus berkembang dan terjaga dengan baik.

Sumber: keluarga-madinah.blogspot.com

 
Design by Derio Hendrabayu