Tampilkan postingan dengan label bulutangkis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulutangkis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2015

Profil dan Biodata Liem Swie King (pemain Bulu tangkis Legendaris Indonesia)

Profil dan Biodata Liem Swie King (pemain Bulu tangkis Legendaris Indonesia) 1Liem Swie King adalah salah satu pemain bulu tangkis legendaris Indonesia asal Kudus. Ia telah puluhan kali mengharumkan nama Indonesia yang terkenal dengan pukulan jumping smash dan mendapat julukan sebagai King Smash.

Menurut informasi dari kerabat dekatnya, Liem Swie King sebenarnya bermarga Oei, bukan marga Liem. Pergantian marga seperti ini pada masa zaman Hindia Belanda biasa terjadi. Pada masa itu, seorang anak di bawah usia ketika memasuki wilayah Hindia Belanda (Indonesia sekarang) harus ada orang tua yg menyertainya, bila anak itu tidak beserta orang tua aslinya, maka oleh orang tuanya akan dititipkan kepada “orang tua” yang lain, “orang tua” ini bisa saja bermarga sama atau berbeda dengan aslinya.

Sejak kecil, King sudah bermain bulu tangkis atas dorongan orang tuanya di Kudus. Ia juga masuk ke dalam klub PB Djarum yang telah banyak melahirkan para pemain nasional. King berhasil meraih berbagai prestasi selama 15 tahun berkiprah di bulu tangkis. Pertama kali, King meraih Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972). Pada usia 17 tahun (1973), ia menjuarai Pekan Olahraga Nasional.

Setelah itu, King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Ia pun meraih Juara Kejurnas 1974 dan 1975. Sementara itu, di kejuaraan internasional, King meraih Juara II All England (1976 & 1977), tiga kali menjadi juara All England (1978, 1979, 1981), peraih medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan tiga medali emas Piala Thomas (1976, 1979, 1984) dari enam kali membela tim Piala Thomas.

Profil dan Biodata Liem Swie King (pemain Bulu tangkis Legendaris Indonesia) 2

Pebulu tangkis asal Kudus ini juga sempat menjadi buah bibir ketika menantang Sang Legendaris Rudy Hartono di final All England tahun 1976, yang waktu itu usianya masih 20 tahun. Setelah itu, Liem Swie King menjadi penerus kejayaan Rudy.

Profil dan Biodata Liem Swie King (pemain Bulu tangkis Legendaris Indonesia) 3


Setelah pensiun dari dunia bulu tangkis pada tahun 1988, King terjun di dunia hotel dan spa milik mertuanya di Jalan Melawai Jakarta Selatan. Setelah itu, ia melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan berkantor di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan. Ia juga membuka usaha griya pijat kesehatan Sari Mustika. Kini, King telah membuka griya pijatnya di tiga lokasi, Grand Wijaya Centre, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, dan Kelapa Gading Jakarta Utara.

Profil dan Biodata Liem Swie King (pemain Bulu tangkis Legendaris Indonesia) 4

Pebulu tangkis yang pernah terjun ke dunia film sebagai bintang film Sakura dalam Pelukan ini kini tinggal bersama isteri dan tiga orang anaknya Alexander King, Stephanie King dan Michele King, dimana yang lucu adalah ternyata anak-anaknya tidak tahu bahwa King merupakan seorang pahlawan bulu tangkis Indonesia. Karier King di dunia perfilman berlanjut ketika Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, pemilik rumah produksi Alenia, menjadikan kehebatan Liem Swie King dalam dunia bulu tangkis Indonesia sebagai inspirasi untuk membuat film tentang bulu tangkis. Film yang diberi judul “King” memang bukan bercerita tentang kisah kehidupan King, akan tetapi dalam film tersebut King menjadi inspirasi bagi seorang ayah yang kagum pada King, lalu memotivasi putranya untuk bisa menjadi juara seperti King.

Pada bulan Mei 2004, International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Lim Swie King.

sumber : liemswieking.com

Minggu, 21 Juli 2013

Tehnik Dasar Permainan Bulutangkis

Tehnik Dasar Permainan Bulutangkis


Teknik Dasar Permainan Bulutangkis
Untuk dapat bermain bulutangkis dengan baik terlebih dahulu kita harus memahami bagaimana cara bermain bulutangkis dan menguasai beberapa teknik/keterampilan dasar permainan ini.
Keterampilan teknik dasar permainan bulutangkis yang perlu dipelajari secara umum dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu :

1. Cara memegang raket (Grip)
Cara memegang raket tidak begitu sukar karena raket bulutangkis relatif ringan. Teknik memegang raket yang dianggap baik adalah teknik memegang raket yang dapat digunakan untuk menerima atau mengembalikan kok dengan mudah.

2. Sikap Berdiri
a. Sikap berdiri pada saat melakukan servis ada dua, yaitu :
1) Servis forehand dilakukan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah   pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis servis pendek. Kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, sementara berat badan bertumpu pada kaki belakang. Pada saat kok dipukul, berat badan pindahkan ke depan.
2) Servis backhand dilakukan dengan cara pemain berdiri di sudut depan garis tengah pada daerah servis kira-kira setengah meter di belakang garis pendek. Kaki kanan di depan dan kaki kiri di belakang, berat badan berada di tengah dan pada saat servis dilakukan berat badan pindahkan ke depan.


b. Sikap berdiri pada saat menerima servis, baik forehand maupun backhand :
1) Sikap berdiri untuk permainan tunggal adalah berdiri pada daerah servis kira-kira di tengah-tengah daerah servis dan satu meter di belakang garis servis pendek.
2) Sikap berdiri untuk permainan ganda adalah pemain lebih maju ke depan tetapi tidak melewati garis servis pendek. Kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Berat badan berada di kaki depan dengan posisi labil (kedua kaki agak jinjit). Pada saat servis dilakukan berat badan dipindahkan ke arah datangnya kok, mungkin ke depan atau belakang tergantung pada jenis servis.


c. Sikap berdiri pada saat rally
Sikap ini sangat bervariasi, tergantung pada posisi pemain, apakah ia melakukan serangan atau bertahan. Juga harus diperhatikan dari mana arah datangnya kok, apakah dari depan, belakang, di atas kepala, di samping atau di bawah. Sebagai patokan, sikap berdiri pemain tunggal dianjutkan untuk selalu berdiri di tengah-tengah lapangan dan kedua kaki tidak sejajar.

3. Gerak Kaki (Foot Work)
Gerak kaki atau kerja kaki adalah gerakan langkah-langkah yang mengatur badan untuk menempatkan posisi badan agar memudahkan pemain dalam melakukan gerakan memukul kok sesuai dengan posisinya.


4. Teknik Pukulan (Strokes)
a. Pukulan dengan ayunan raket dari bawah terdiri dari :
1) Servis
2) Under arm lob mengangkat kok tinggi
b. Pukulan mendatar atau menyamping, terdiri dari :
1) Lob/clear
2) Drive
3) Dropshot
4) Netting

c. Pukulan dari atas kepala, terdiri atas :
1) Overhead lob
2) Overhead smes
3) Chopped
4) Dropshot
5) Around the head
5. Servis, terdiri dari :

a. Servis panjang

Dilakukan dengan memukul kok dari bawah dan diarahkan ke belakang atas lapangan permainan lawan.

b. Servis pendek

Diarahkan pada bagian depan lapangan lawan dan biasanya dilakukan dalam permainan ganda, tetapi pemain tunggal pun banyak yang melakukan servis pendek, pemain berada dalam posisi menyerang.

c. Flick servis

Adalah cara servis yang dilakukan seperti servis pendek namun ketika hampir menyentuh kok secara tiba-tiba pergelangan tangan dilecutkan sehingga laju kok menjadi kencang dan melambung ke bagian belakang daerah servis lawan. Jenis servis ini sering dilakukan dalam perminan ganda.

6. Pukulan dari atas kepala :

a. Lob/clear

b. Pukulan melingkar kepala

7. Pukulan dari tengah atau samping

a. Drive

b. Netting

Kamis, 15 September 2011

Hafiz Gagal Hadang Lin Dan

Pebulu tangkis Malaysia Muhammad Hafiz Hashim gagal membendung langkah unggulan pertama Lin Dan di babak kedua turnamen bulu tangkis Super Series China Masters.
Juara All England tahun 2003 ini menyerah dalam pertandingan tiga gim 21-14, 18-21, 9-21. Dengan kemenangan ini, Lin Dan melangkah ke babak ke perempat final. Juara dunia tahun 2011 ini tinggal menunggu pemenang pertandingan antara dua pemain Jepang, Sho Sasaki dengan Kazushi Yamada.
Keberhasilan Lin Dan juga diikuti pemain-pemain China lainnya. Juara dunia 2010, Chen Jin melangkah ke babak perempat final dengan menaklukkan kompatriotnya Zho Wenlong 21-15, 21-13.
Sementara unggulan ketiga Chen Long mengatasi pemain Taiwan Hsueh Hsuan yi 21-16, 21-12. Adapun, unggulan lima Du Pengyu sukses menaklukkan yuniornya Wang Zhengming 21-11, 21-17.  

Sumber: Kompas.com

Selasa, 16 Agustus 2011

cabang olahraga bulutangkis

Lapangan Lapangan bulutangkis dapat dibuat dengan mudah, di mana saja, sejauh tersedia ruangan seluas kira-kira 12 X 20 meter. Di tempat terbuka tentu saja diupayakan agar gangguan angin tidak terlalu besar, sedangkan bila di ruang tertutup, atap bangunannya sebisa mungkin di atas delapan meter agar shuttlecock yang tengah dimainkan tidak sampai terganggu.

Di Indonesia, di kampung-kampung lapangan bulutangkis banyak didirikan di atas tanah, semen cor, atau aspal. Namun, di gedung olahraga biasanya sudah berupa semen yang dilapisi vinyl atau kayu lantai. Di lapangan yang diakui secara internasional digunakan karpet yang terbuat dari karet keras, namun elastis.

Lapangan bulutangkis ber-ukuran 610 X 1340 cm, yang dibagi dalam bidang-bidang, masingmasing dua sisi berlawaan. Ada garis tunggal, ada garis ganda, ada ruang yang memberi jarak antara pelaku dan penerima servis.

Net
Di tengah-tengah lapangan ada net yang tingginya 155 cm. Net merupakan pembatas berupa jaring yang membentang antara dua bidang permainan yang diikatkan pada tiang. Tiang itu haruslah kukuh, sehingga net yang dibentangkan tidak akan turun bila ditarik kencang agar lurus. Tinggi net di tengah-tengah lapangan, haruslah 152 cm dari permukaan lapangan.

Shuttlecock
Shuttlecock yang di Indonesia lazim disebut kok, biasanya terbuat dari bulu angsa buatan abrik, umumnya sudah memiliki standar yang ditentukan IBF. Berat kok sekitar 5,67 gram. Bulu angsa yang menancap di gabus yang dibungkus kulit berwarna putih berjumlah antara 14-16 buah, dan diikat dua tali agar tidak mudah lepas. Jenis inilah yang selalu dipakai untuk kejuaraan resmi. Di luar negeri banyak pula digunakan kok dari karet, baik untuk gabus maupun bulunya. Bentuk, ukuran, dan besarnya harus sama dengan kok yang terbuat dari bulu angsa, namun umumnya kok plastik hanya dipakai untuk latihan saja.

Kok yang bagus adalah kalau dipukul dengan raket dengan tangan di bawah pinggang meluncur dengan lurus, tanpa gerakan ke arah kiri atau kanan saat mengundara. Para pemain tingkat internasional sering mencoba kok dengan memukul ke ruang di balik netnya. Bila dipukul dengan tangan mengayun dari bawah, kok yang baik akan mencapai kira-kira di tempat yang sama dengan pelaku servis.

Raket
Raket pada masa lalu, sampai tahun 1970-an, masih dikenal raket yang baik gagang maupun kepala (daunnya) terbuat dari kayu, sekarang umumnya dibuat dari bahan grafit, meskipun masih ada yang dibuat dari bahan aluminium atau besi ringan. Bentuknya cuma beraneka macam, tetapi yang nge-trend sampai dengan tahun 2002 adalah yang umumnya dipakai pemain pelatnas. Semakin mahal harganya maka semakin enteng dan kuat raket itu.

Raket ini memiliki jaring yang dibuat dari senar (string), berupa tali plastik sintetis. Senar yang baik adalah senar yang bisa dipasang sekencangkencangnya tetapi tidak mudah putus, agar raket dapat memantulkan kok yang dipukul dengan kencang atau cepat. Raket ini biasanya dibungkus dalam tas raket yang dapat memuat sampai kirakira enam buah raket.

Sepatu dan Pakaian
Seperti atlet lain pada umumnya, setiap pemain bulutangkis memiliki perlengkapan utama dan tambahan ketika tampil di sebuah permainan atau pertandingan. Baju, celana, sepatu tergolong asesori utama, sedang ikat tangan, ikat kepala, pengaman lutut bisa disebut tambahan. Sepatu bulutangkis haruslah enteng, namun menggigit bila dipakai di lapangan agar pemain dapat bergerak, balk maju maupun mundur tanpa terpeleset. Karet sol yang menggigit dibutuhkan karena frekuensi gerakan maju dan mundur di bulutangkis berlangsung tinggi, dalam tempo cepat. Sepatu bulutangkis umumnya berwarna putih dengan garis-garis yang warnanya bervariasi.

Kaus kaki tidak wajib namun sebaiknya memiliki daya serap keringat yang tinggi dan agak tebal supaya empuk dan mengurangi kemungkinan terjadinya iritasi kulit akibat pergesekan kulit dengan sepatu.

Celana pendek atau kaus bulutangkis sebenarnya bebas, tetapi di tingkat internasional banyak dipakai jenis kaus yang sejuk dan mampu menyerap keringat dengan cepat. Terkadang pemain menggunakan kaus tangan, pengikat kepala, atau penjaga lutut, balk untuk keperluan esensial maupun sekedar untuk menambah ramai penampilan.

Peraturan Pertandingan
Secara sederhana, permainan bulutangkis adalah upaya untuk memasukkan kok ke bidang permainan lawan, tanpa kok itu tidak bisa dikembalikan. Ada berbagai cara melakukannya, seperti memasukkan kok ke bidang yang tidak terjaga lawan, atau memasukkan kok dengan cepat, sehingga tidak sempat dikuasai atau dikejar lawan.

Sebelum pertandingan kedua pemain menjalani undian yang dilakukan wasit, biasanya dengan tos menggunakan mata uang logam. Pemenang boleh memilih lapangan dan melakukan servis pertama kali. Untuk ganda, setelah undian hanya satu orang yang melakukan servis dan begitu gaga! mendapat angka, maka servis pun berpindah ke lawan.

Angka diperoleh si pelaku servis, sehingga bila dia gagal, servis berpindah, tidak menggunakan rally point seperti di tenis meja atau bola voli. Bila kok tidak bisa dikembalikan lawan, dia akan mendapat angka.

Dalam melakukan servis, prinsip yang harus dipegang adalah kepala raket tidak boleh Iebih tinggi dari pinggang, kok dalam keadaan dipegang, dan kaki tidak bergerak mendahului gerakan memukul kok. Sedang penerima servis mengalami fault bila bergerak sebelum lawan melakukan servis.

Bola kok juga menjadi mati bila terpukul dua kali, gagal melewati net, mendarat di luar garis, raket melewati atas net atau menyentuh net, kaki melewati batas garis bidang. (sumber KONI Pusat)

Regenerasi dan Masa Depan Bulu Tangkis Indonesia 

Prestasi olah raga Indonesia yang paling menonjol berasal dari cabang olah raga bulu tangkis. Cabang ini yang dulu menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang selalu pulang dengan emas di setiap kompetisi bulu tangkis internasional. Memang Indonesia dulu begitu digdaya bila sudah bicara masalah olah raga yang menggunakan raket dan kok dari bulu angsa tersebut, kejuaraan bergengsi seperti All England, Olimpiade, Thomas Cup dan Uber Cup pernah diraih oleh para atlet bulu tangkis Indonesia.

Akan tetapi yang menjadi masalah sekarang dominasi Indonesia dalam kancah perbulutangkisan dunia menurun bahkan kian tergerus. Sekarang negara yang paling mendominasi olah raga badminton ini yaitu China. Prestasi atlet Indonesia cenderung stagnan dan tidak berkembang. Atlet-atlet pun masih didominasi wajah lama seperti Taufik Hidayat dan kawan-kawan. Belum ada wajah baru atau wajah muda yang menghiasi timnas badminton. Hal ini berkebalikan dengan negara-negara lain seperti China, mereka berani menampilkan para pemain mudanya dalam ajang-ajang bulu tangkis dunia.

Menyikapi hal di atas, sudah saatnya Indonesia melakukan regenerasi berkelanjutan yang terprogram secara matang guna menghadapi gempuran pemain muda China yang semakin keras. Saat ini baru beberapa klub badminton besar saja yang bisa berbicara banyak dalam ajang olahraga bulu tangkis Indonesia. Dan cenderung masih terpusat di pulau Jawa. Akibat kekurangmerataan dalam pembinaan ini kemungkinan besar mengakibatkan bakat-bakat atlet di daerah belum terakomodir. Saya yakin bila dari jutaan rakyat Indonesia ini pasti memiliki beberapa orang yang memiliki potensi untuk menjadi atlet yang handal dan berprestasi bila dipoles dengan sistem dan latihan yang baik.

Dalam setiap ajang internasional hendaknya PBSI tidak ragu lagi menurunkan atlet-atlet muda. Hal itu bertujuan agar para atlet muda bulu tangkis Indonesia ini memiliki jam terbang yang cukup dalam event internasional dengan atmosfer pertandingan yang ketat. Pembinaan atlet usia dini juga perlu kembali digalakkan. Dengan pembinaan dan regenerasi yang mapan dan terstruktur dengan baik bukan mustahil Indonesia bisa kembali meraih supremasi tertinggi dalam bidang olah raga bulutangkis di masa depan.


Sumber: tegalinfo.com
             duniaolahraga.com

 
Design by Derio Hendrabayu